KERANGKA KONSEPTUAL AKUNTANSI
Kerangka Konseptual Akuntansi
berfungsi sebagai dasar untuk memecahkan masalah-masalah akuntansi dan
pelaporan. Kerangka ini dibuat oleh FASB (Dewan Standar Akuntansi Keuangan),
FASB menghabiskan banyak waktu dan tenaga pada proyek ini. Dewan melihat
kerangka konseptual sebagai " konstitusi, sebuah sistem yang menyatu
antara tujuan dan dasar yang saling berkaitan."
Sumber :
Accounting Principles (Wiley) hal.58
Level 1 : Tujuan-tujuan Pelaporan Keuangan
FASB
mulai bekerja dengan kerangka konseptual dengan melihat pada tujuan-tujuan
dasar dari pelaporan keuangan. Untuk menentukan tujuan-tujuan ini memerlukan
jawaban atas beberapa pertanyaan dasar yang kemudian disimpulkan oleh FASB
bahwa tujuan dari pelaporan keuangan adalah untuk menyediakan informasi yang :
Berguna bagi mereka yang
membuat keputusan investasi dan kredit.
Membantu dalam memperkirakan
arus kas di masa depan.
Mengidentifikasi sumber daya
ekonomis (aset), klaim atas sumber daya tersebut (kewajiban), serta perubahan
dari sumber daya dan klaim tersebut.
Kemudian FASB berusaha untuk
menggambarkan karakteristik-karakteristik yang membuat informasi akuntansi
berguna.
Level 2 : Karakteristik-karakteristik Kualitatif
Informasi Akuntansi
Praktik
akuntansi yang dipilih seharusnya adalah praktik yang memberikan informasi
keuangan berguna paling banyak untuk
membuat sebuah keputusan. Untuk menjadi berguna, informasi harus memiliki
karakteristik-karakteristik kualitatif berikut :
Relevansi (Relevanve)
Informasi akuntansi harus
relevan, jika dapat membuat perbedaan dalam sebuah keputusan. Informasi yang
relevan memiliki nilai prediktif (predictive value)/nilai umpan balik maupun
keduanya. Nilai prediktif (predictive value) yang dapat membantu pengguna
meramalkan kejadian-kejadian di masa depan, sedangkan nilai umpan balik
(feedback value) mampu menguatkan atau memperbaiki ekspetasi sebelumnya. Selain
itu, informasi akuntansi memiliki relevansi jika dianggap tepat waktu (timely)
artinya informasi tersebut harus tersedia bagi pembuat keputusan sebelum ia
kehilangan kemampuannya untuk mempengaruhi keputusan.
Dapat Diandalkan (Reliability)
Keandalan atau reliabilitas
informasi berarti informasi itu terbebas dari kesalahan dan bias. Agar dapat
diandalkan, informasi akuntansi harus dapat diverifikasi atau dapat membuktikan
bahwa informasi tersebut terbebas dari kesalahan dan bias. Lalu, merupakan
penyajian yang jujur atas apa yang seharusnya: Informasi ersebut harus berdasarkan
fakta yang ada. Terakhir, informasi harus netral artinya informasi tersebut
tidak boleh dipilih, dibuat, atau disajikan sesuai keinginan sekelompok
pengguna yang berkepentingan diatas yang lainnya.
Dapat Dibandingkan (Comparability)
Informasi akuntansi tentang
perusahaan berguna ketika dapat dibandingkan dengan informasi keuangan tentang
perusahaan lainnya. Perbandingan/komparabilitas dihasilkan ketika
perusahaan-perusahaan yang berbeda menggunakan prinsip-prinsip akuntansi yang
sama. Satu-satunya kebutuhan akuntansi adalah setiap perusahaan harus
mengungkapkan metode-metode akuntansi yan digunakan. Dari pengungkapan
tersebut, pengguna dapat menentukan apakah informasi keuangan dapat
dibandingkan.
Konsistensi (Consistency)
Berarti sebuah perusahaan menggunakan
prinsip-prinsip dan metode-metode akuntansi yang sama dari tahun ke tahun. Jika
suatu perusahaan memilih metode FIFO sebagai metode biaya persediaan pada tahun
pertama beroperasi, maka diharapkan perusahaan akan menggunakan metode FIFO
pada tahun-tahun berikutnya.
Elemen-elemen Laporan Keuangan
Bagian
yang penting dari kerangka konseptual akuntansi adalah seperangkat definisi
yang menggambarkan istilah-istilah dasar yang digunakan dalam akuntansi. FASB
mengacu pada seperangkat definisi ini sebagai elemen-elemen laporan keuangan
(elements of financial statement). Elemen-elemen ini mencakup beberapa istilah
seperti aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban. Oleh karena itu,
elemen-elemen ini sangat penting karena harus dibatasi dengan tepat dan
diterapkan secara Universal.
Level 3 : Panduan-panduan Pengoperasian
Para
akuntan yang berpraktik harus memecahkan maslah-masalah praktikna, dibutuhkan
bantuan yang lebih rinci. Pada kerangkaa konseptual, FASB mengakui kebutuhan
akan panduan pengoperasikan yang dikelompokkan menjadi tiga panduan yang telah
dibuat dengan baik dan diterima dalam akuntansi, yaitu :
Asumsi (assumption),
merupakan dasar dari proses akuntansi.
Prinsip (principle),
merupakan aturan khusus yang mengindikasikan bagaimana kejadian-kejadian
ekonomi harus dilaporkan dalam proses akuntansi.
Kendala (constraint),
merupakan proses akuntansi yang memungkinkan penyimpangan prinsip-prinsip
tersebut di bawah kondisi-kondisi tertentu.
Sumber :
Accounting Principles (Wiley) hal.61
Istilah laporan keuangan
dalam PSAK No 1?
Menurut PSAK No. 1, laporan keuangan yang
lengkap terdiri dari laporan posisi keuangan, laporan laba rugi komprehensif,
laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas,catatan atas laporan keuangan, dan
laporan posisi keuangan pada awal periode. Laporankeuangan bermanfaat dalam
pengambilan keputusan untuk menjamin para pemakailaporan keuangan bahwa laporan
keuangan tersebut telah disusun sesuai dengan standarakuntansi keuangan. Para
pemakai laporan keuangan tersebut meliputi investor,karyawan, pemberi pinjaman,
pemasok dan kreditor usaha lainnya, pelanggan, pemerintah dan masyarakat.Tujuan
PSAK No. 1 adalah untuk memastikan penyajianinformasi yangdapatdi perbandingkan
dengan menyajikan laporan keuangan entitas periode sebelumnya dandengan
menyajikan laporan keuangan entitas lainnya. Laporan keuangan disusun
berdasarkan atas kelangsungan hidup usaha, jika manajemen tidak bermaksud
untukmelikuidasi atau menghentikan perdagangan. Suatu entitas menyusun
laporankeuangannya, kecuali untuk informasi arus kas.
Laporan Posisi Keuangan /
Neraca
Laporan posisi keuangan atau neraca
adalah suatu daftar yang menunjukan posisi keuangan, yaitu komposisi dan jumlah
asset, liabilitas, dan ekuitas darisuatu entitas tertentu pada suatu tanggal
tertentu. Entitas biasanya menyajikanlaporan posisi keuangan dengan memisahkan
asset lancer dan liabilitas lancerdari asset tidak lancer dan liabilitas tidak
lancar.
1. Laporan Laba-Rugi Komprehensif
PSAK No. 1 memperkenalkan laporan laba rugi
komprehensif yaitu laporanyang memberikan informasi mengenai kinerja entitas
yang menimbulkan perubahan pada jumlah ekuitas entitas yang bukan berasal
daritransaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagai pemilik, misalnya
setoran modal atau pembagian dividen laba rugi komprehensif tediri atas :
- Laba Rugi.
- Pendapatan Komprehensif Lain.
2. Laporan Perubahan Ekuitas
Untuk suatu entitas usaha berbentuk
badan hokum perseroan terbatas (PT), laba yang ditahan dan tidak dibagikan
sebagai dividen disajikan dalam neraca sebagai bagian dari ekuitas.
3. Laporan Arus Kas
Infomasi kas dan setara kas serta
arus penerimaan dan pengunaan dana kas dan setara kas adalah informasi yang
sangat penting dan penggunaan dana kas dan setara kas adalah informasi yang
sangat penting dan berguna untuk di laporkankepada pada pemangku kepentingan.
Penyusunan arus kas dapat dilakukan berdasarkan metode langsung maupun metode
tidak langsung.
4. Catatan atas Laporan Keuangan
Menurut PSAK No. 1 catatan atas
laporan keuangan berisi informasi tambahan atas apa yang disajikan dalam
laporan posisi keuangan, laporan pendapatan komprehensif, laporan laba rugi
terpisah, laporan perubahan ekuitas dan laporan arus kas. Catatan atas laporan
keuangan memberikan penjelasan naratif atau rincian dari pos-pos yang disajikan
dalam laporan keuangan tersebut dan informasi mengenai pos-pos yang tidak
memenuh criteria pengakuan dalam laporan keuangan.
Sumber:
https://www.academia.edu/8850416/PENERAPAN_PSAK_No.1_dan_PSAK_No.2_pada_PT._Adhi_Karya_Persero_Tbk
Jerry J. Weygandt, Donald E. Kieso, Paul D. Kimmel, Accounting Principles Edisi 7 (Jakarta Selatan:Salemba Empat, 2013), hlm.58-61.


No comments:
Post a Comment