Monday, November 16, 2015

Kasus bubarnya Arthur Andersen dan sejarah Big Four

Ulasan kasus bubarnya Arthur Andersen

Peringkat kantor akuntan internasional terbesar kehilangan salah satu anggota setelah kantor Arthur Andersen ditutup karena didakwa menghalangipenyelidikan pengadilan dalam kasus Enron. Kantor terkemuka ini pernah mnjadi kantor akuntan publik terbesar yang akibat dari keberhasilam praktik konsultasinya.

Perusahaan ini berdiri pada tahun 1913, nama Arthur Andersen diambil dari nama seorang profesor di Northwestern University yang mendirikan perusahaan tersebut. Kantor ini pernah menikmati reputasi sebagai penjunjung standar etika tertinggi tetapi kemudian terlibat dalam beberapa dugaan kegagalan audit selain Enron.

Enron Corporation terbentuk pada tahun 1985 dari merger antara dua perusahaan saluran pipa gas yaitu Houston Natural Gas dan InterNorth yang berkedudukan di Omaha, Nebraska, Amerika Serikat. Dan merupakan pelopor pipa gas alam serta listrik dalam pasar utilitas yang baru diregulasi. Enron tumbuh menjadi salah satu dari tujuh perusahaan besar di Amerika Serikat yang memiliki pasukan sebanyak 21.000 pekerja sebagai staf di lebih dari empat puluh negara di dunia. Enron merupakan perusahaan energi pertama di Amerika Serikat yang melakukan instalasi sistem pipa gas alam. Pada tahun-tahun awalnya, Enron menghasilkan uang dari penjualan aktiva tetap seperti saluran pipa. Namun, pada tahun 1990-an, 80% laba Enron berasal dari bisnis yang lebih populer yang dikenal sebagai "Grosir Operasi dan Jasa Energi". Enron telah membangun pasar baru, seperti perdagangan sekuritas cuaca.

Namun keberhasilan dan nama harum tidaklah selamanya mereka kecap. Kesuksesan yang dirintis dan dipelihara sekian lama, telah beralih menjadi suatu bencana skandal yang rumit. Pada awal tahun 2001, spekulasi tentang transaksi bisnis enron mulai muncul ke permukaan. Seorang bankir investasi yang sangat disegani secara umum menyatakan bahwa tidak ada seorangpun yang dapat menjelaskan bagaimana sebenarnya Enron mendapatkan uang. Dengan terkuaknya keruntuhan ini, banyak pihak yang bertanya-tanya bagaimana isu tersebut bisa tidak terdeteksi setelah sekian lama. Banyak yang menunjuk pada struktur bisnis yang luar biasa rumit di Enron dan laporan keuangan yang samar serta membingungkan.

Bencana ini dimulai dari ketidakjujuran Enron dalam penyajian laba dan lembaga ini harus berdiri tegak menghadapi setumpuk tuduhan berkaitan dengan transaksi yang penuh kecurangan. Termasuk di antarana adalah tidak tersajinya sejumlah kewajiban dalam rekening perusahaan yang sedemikian rupa mereka tutup-tutupi. Tampaknya skandal Enron ini juga telah membodohi para auditor. Karena kecurangan ini melibatkan perusahaan terpercaya di AS yang merupakan salah satu dari lima firma akuntansi terbesar yang telah berdiri selama 89 tahun yaitu Arthur Andersen.

Kesalahan yang dilakukan Arthur Andersen adalah kekeliruanya yang membiarkan Enron mempertahankan Entitas terkait secara terpisah padahal seharusnya dikonsolidasi. Lalu, Auditor kepala Andersen untuk Enron yaitu David Duncan menghalangi proses peradilan melalui penghancuran ribuan dokumen-dokumen dan data-data komputer yang berkaitan dengan kegagalan Enron. Akhirnya Andersen memecat David Duncan, namun dengan bersikukuh bahwa firmanya tidak melakukan hal yang tidak sepantasnya dilakukan dan tidak dapat menemukan indikasi adanya kecurangan.

Pada bulan Juni 2002, divisi Amerika menyatakan bahwa Andersen terbukti bersalah oleh pengadilan federal dalam menghalangi penegakan hukum. Andersen mengakui bahwa firmanya bersalah karena menganggap penghancuran dokumen-dokumen tersebut merupakan kegiatan rutin yang sudah sangat sering mereka lakukan. Akhirnya, Andersen menutup Firma Akuntan Publiknya di Amerika Serikat sebagai hukuman.

Beberapa pelajaran yang dapat dipetik dari bencara Enron-Andersen adalah pentingnya memiliki kesadaran dan ketaatan akan tanggung jawab auditor, Etika Profesi, Kesadaran Etik, Komitmen profesi, dan Good Corporate Governance bagi para auditor individu maupun lembaga. Tidak hanya itu pentingnya memahami bisnis dan industri perusahaan untuk mengidentifikasi risiko bisnis yang signifikan, salah saji material dalam laporan keuangan haruslah digarisbawahi oleh para auditor agar dapat membuat para klien dan calon klien semakin percaya kepada kinerja para profesional akuntan publik.


Sejarah Big Four

The Big Four  adalah kelompok empat firma jasa profesional dan akuntansi internasional terbesar, yang menangani mayoritas pekerjaan audit untuk perusahaan publik maupun perusahaan tertutup. Firma Empat Besar adalah sebagai berikut:
1.      Deloitte Touche Tohmatsu, yang berkantor pusat di Amerika Serikat.
2.      PricewaterhouseCoopers, yang berkantor pusat di Britania Raya.
3.      Ernst & Young, yang berkantor pusat di Britania Raya.
4.      KPMG, yang berkantor pusat di Belanda

8 Besar KAP Yang Mengerucut Menjadi 4 besar.

Kelompok ini sempat dikenal sebagai "Delapan Besar", dan berkurang menjadi "Lima Besar" melalui serangkaian kegiatan merger. Lima Besar menjadi Empat Besar setelah keruntuhan Arthur Andersen pada 2002, karena keterlibatannya dalam Skandal Enron.

Selama bertahun-tahun, ada delapan kantor akuntan besar yang disebut sebagai Delapan Besar. Dalam tahun 1979, yaitu :

  1. Arthur Andersen
  2. Arthur Young & Co
  3. Coopers & Lybrand (aslinya Lybrand, Ross Bros, & Montgomery)
  4. Ernst & Whinney (hingga 1979 Ernst & Ernts di AS dan Whinney Muray di Britania Raya)
  5. Deloitte Hanskins & Sells (hingga 1978 Hanskins & Sells di AS dan Deloitte & Co di Britania Raya)
  6. Peat Marwick Mitchell (selanjutnya menjadi Peat Marwick kemudian KPMG)
  7. Price Waterhouse
  8. Touche Ross

Pada tahun 1989-1998, Delapan Besar ini menjadi Enam Besar setelah terjadi merger antara Deloitte, Hanskins and Sells, serta Touche Ross untuk membentuk Deloitte & Touche, dan merger antara Ernst & Whinney dan Arthur Young untuk membentuk Ernst & Young.

Pada tahun 1998-2002, peringkat kantor-kantor terbesar itu menyusut lagi menjadi Lima Besar  ketika Price Waterhouse dan Coopers & Lybrand bergabung untuk membentuk PriceWaterhouseCoopers.

Pada tahun 2002, Arthur Andersen bangkrut karena terlibat skandal Enron Co. Kantor-kantor koleganya yang berada dibawah bendera Arthur Andersen seluruhnya dijual dan kebanyakan menjadi anggota kantor akuntan internasional lainnya. Tutupnya Andersen kemudian sekarang menyisakan Empat Besar kantor akuntan internasional, yaitu :

  1. Deloitte & Touche
  2. Ernst & Young
  3. PricewaterhouseCoopers
  4. KPMG

Sumber :
Alvin A. Arens, Randal J. Elder, Mark S. Beasley, Auditing dan Jasa Assurance Jilid 1 Edisi Keduabelas (Jakarta:Penerbit Erlangga, 2008), hlm.33, 34, 38, 115.

Jurnal Akuntansi Dan Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Widyata, Vol 4 No.1, 2002. hal 10, 11, 14, 15.

No comments:

Post a Comment