Berhenti Kuliah, Pria Ini Mampu Cetak Uang Rp 507 Juta per Bulan
Bukan rahasia lagi, berani mengambil risiko
merupakan salah satu kunci menuju kesuksesan, Seperti halnya yang dilakukan
warga asal Swedia, Navid Moazzez, yang memutuskan berhenti kuliah di jurusan
hukum demi mendirikan sebuah bisnis.
Dari keputusan yang berisiko itu, Moazzez kini
berhasil mencetak pendapatan senilai US$ 40 ribu atau Rp 507,99 juta per bulan
(kurs: Rp 12.699/US$).
"Dulu sekolah seperti biasa tampak seperti
aktivitas yang tepat, karena saya tak tahu apa lagi yang bisa saya lakukan.
Seiring berjalannya waktu, saya mulai menyadari bahwa saya tak mau hanya duduk
di meja kantor seumur hidup, tanpa kebebasan," ujarnya seperti dikutip
dari laman Business Insider, Kamis (12/5/2014).
Dia lantas memutuskan berhenti kuliah pada 2013
dan memulai bisnisnya sendiri. Dua tahun kemudian, bisnis yang dilakoninya
berhasil mencetak uang ratusan juta rupiah per bulan dan membuatnya bisa bekerja
dari berbagai tempat di seluruh dunia.
Awalnyam dia juga tidak memiliki bisnis sungguhan
atau pendapatan tetap saat keluar kuliah. Moazzez kemudia memutuskan untuk
merilis situs pribadinya beberapa bulan setelah berhenti kuliah.
Dia lalu mulai membangun situs pribadi dengan
tujuan berbagi pengalaman.
"Saya melakukannya begitu saja, awalnya,
saya hanya ingin mengabadiakn pengalaman berpetualang saya dan menginspirasi
banyak orang di luar sana. Saya memulai bisnis ini tanpa pengalaman sama
sekali," terangnya.
Moazzez mulai mencuri perhatian setelah dia
diwawancara sebuah media lokal. Dia lantas mulai membantun hubungan bisnis
dengan beberapa orang berpengaruh secara online.
"Anda dapat meraih apapun dalam hidup jika
Anda juga mau membantu orang lain," katanya.
Pada 2014, dia lalu meluncurkan ulang situsnya
dan menambahkan fitur The Lifestyle Architects. Dia mengaku sangat menyukai
podcasting atau sistem untuk mendownload file dari berbagai sumber seperti
radio internet, ke dalam komputer personal dan mendengarkannya melalui komputer
ataupun player media digital.
"Saya menjual wawancara kerja dan presentasi
dari The Branding Summit, termasuk 88 pengusaha dunia, plus bonus ekslusif
seperti tanya jawab langsung, dan tiket ke acara besar," jelasnya.
Saat mendengar orang-orang mau membayar podcast
yang dirilisnya, dia memiliki gagasan untuk merekam summit virtual yang
kemudian menjadi The Branding Summit. Dia berhasil menarik banyak perhatian dan
penjualannya meningkat cepat.
"Jadinya seperti sekarang, lewat situs dan
podcast tersebut saya mulai mencetak uang saat tidur, sedang di gym, toko
grosir bahkan di pesawat," tandasnya.
SUMBER :
No comments:
Post a Comment