Sejarah
Riset Operasional
Riset operasi dimulai sejak revolusi industri dilakukan. Dunia usaha mengalami perubahan dalam hal ukuran (besarnya) dan kompleksitas organisasi-organisasi perusahaan. Bagian yang mengalami perubahan yang cukup menyolok adalah perkembangan dalam pembagian kerja dan segmentasi tanggung jawab manajemen dalam organisasi-organisasi tersebut. Disisi lain, organisasi-organisasi (perusahaan) pada saat ini harus beroperasi di dalam situasi dan kondisi lingkungan bisnis yang dinamis dan selalu bergejolak, serta siap untuk berubah-ubah. Perubahan-perubahan tersebut terjadi sebagai akibat dari kemajuan teknologi yang begitu pesat ditambah dengan dampak dari beberapa faktor-faktor lingkungan lainnya seperti keadaan ekonomi, politik, sosial dan sebagainya. Perkembangan Kemajuan teknologi tersebut telah menghasilkan dunia komputerisasi. Buah-buah pembangunan telah melahirkan para pimpinan dan pengambilan keputusan, para peneliti, perencana dan pendidik untuk memikirkan serta memecahkan/menganalisis permasalahan, mengambil langkah-langkah dan strategi yang tepat serta target yang sesuai secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan yang telah ditentukan, yakni hasil yang memuaskan. Hasil yang memuaskan tersebut adalah hasil yang optimal yang berarti dampak positipnya maksimum dan dampak negatifnya minimum.
Pola berpikir, pola analisis dan pemecahan masalah,
pola pengambilan langkah-langkah, serta pola penyusunan strategi dan target secara
sistematis tersebut, disebut sebagai pola
pendekatan ilmiah.
Arti riset operasi
(operations research) telah banyak didefinisikan oleh beberapa ahli.
1.
Morse
dan Kimball mendefinisikan riset
operasi sebagai metode ilmiah (scientific method) yang memungkinkan para
manajer mengambil keputusan mengenai kegiatan yang mereka tangani dengan dasar
kuantitatif. Definisi ini kurang tegas karena tidak tercermin perbedaan antara
riset operasi dengan displin ilmu yang
lain.
2.
Churchman,
Arkoff dan Arnoff pada tahun 1950-an
mengemukakan pengertian riset operasi sebagai aplikasi metode-metode,
teknik-teknik dan peralatan-peralatan ilmiah dalam menghadapi masalah-masalah
yang timbul di dalam operasi perusahaan dengan tujuan ditemukannya pemecahan
yang optimum masalah masalah tersebut.
3.
Miller dan M.K. Starr mengartikan riset operasi sebagai peralatan
manajemen yang menyatukan ilmu pengetahuan, matematika, dan logika dalam
kerangka pemecahan masalah-masalah yang dihadapi sehari-hari, sehingga akhirnya
permasalahan tersebut dapat dipecahkan secara optimal.
Dari ketiga pendapat tersebut, dapat disimpulkan
bahwa Pengertian Riset Operasional
(Operation Research) adalah metode untuk memformulasikan dan merumuskan permasalahan
sehari-hari baik mengenai bisnis, ekonomi, sosial maupun bidang lainnya ke
dalam pemodelan matematis untuk mendapatkan solusi yang optimal.
Dalam hal ini termasuk menentukan pilihan dari
alternatif-alternatif yang ada secara umum meliputi langkah langkah :
1.
Identifikasi Masalah
Identifikasi masalah terdiri dari:
Penentuan dan perumusan tujuan yang
jelas dari persoalan dalam sistem model yang dihadapi. Identifikasi perubah
yang dipakai sebagai kriteria untuk pengambilan keputusan yang dapat
dikendalikan maupun yang tidak dapat dikendalikan. Kumpulkan data tentang
kendala-kendala yang menjadi syarat ikatan terhadap perubahan perubahan dalam
fungsi ujuan system model yang dipelajari.
2.
Penyusunan Model
Penyusunan model terdiri dari:
Memilih model yang cocok dan sesuai
dengan permasalahannya. Merumuskan segala macam faktor yang terkait di dalam
model yang bersangkutan secara simbolik ke dalam rumusan model matematika.
Menentukan perubah-perubah beserta kaitan-kaitannya satu sama lainnya. Tetapkan
fungsi tujuan beserta kendala-kendalanya dengan nilai nilai dan parameter yang
jelas.
3. Analisa
Model
Analisa model terdiri dari tiga hal
penting yaitu:
Melakukan analisis terhadap model
yang telah disusun dan dipilih.
Memilih hasil hasil analisis yang
terbaik (optimal).
Melakukan uji kepekaan dan analisis postoptimal
terhadap hasil hasil terhadap analisis model.
4. Pengesahan
Model
Analisis pengesahan model menyangkut
penilaian terhadap model tersebut dengan cara mencocokannya dengan keadaan dan
data yang nyata, juga dalam rangka menguji dan mengesahkan asumsi-asumsi yang
membentuk model tersebut secara struktural (yaitu perubahnya, hubungan-hubungan
fungsionalnya, dan lain-lain).
5. Implementasi
Hasil
Hasil-hasil yang diperoleh berupa
nilai-nilai yang akan dipakai dalam kriteria pengambilan keputusan merupakan
hasil-hasil analisis yang kiranya dapat dipakai dalam perumusan keputusan yang
kiranya dapat dipakai dalam perumusan strategi-strategi, target-target,
langkah-langkah kebijakan guna disajikan kepada pengambilan keputusan dalam
bentuk alternatif-alternatif pilihan.
TAHAPAN–TAHAPAN DALAM RISET OPERASI
Tahapan-tahapan dalam penerapan RO untuk memecahkan persoalan adalah sebagai berikut:
A.
Merumuskan/menganalisis persoalan
sehingga jelas tujuan apa yang akan dicapai.
B.
Pembentukan model matematika untuk
mencerminkan persoalan yang akan dipecahkan. Biasanya model dinyatakan dalam
bentuk persamaan yang menggambarkan hubungan antara input dan output serta
tujuan yang akan dicapai dalam bentuk fungsi objektif.
C.
Mencari pemecahan dari model yang
telah dibuat dalam tahap sebelumnya, misalnya dengan menggunakan metode
simpleks.
D. Menguji
model dan hasil pemecahan dari penggunaan model. Sering juga disebut melakukan
validasi. Harus ada mekanisme untuk mengontrol pemecahan, misalnya dengan menggunakan
kriteria tertentu.
E. Implementasi
hasil pemecahan.
Secara singkat dapat dikatakan bahwa
RO berkenaan dengan pembuatan keputusan yang optimal dan pembuatan model
matematika tentang suatu sistem yang deterministis dan probabilistis sifatnya
yang berasal dari kehidupan nyata.
Referensi :
http://tuaralampung.blogspot.com/2013/09/rangkuman-riset-operasi-sejarah-asal.html