Monday, April 22, 2013

Tentang Laporan Arus Kas dan Analisis Laporan Keuangan



Laporan Arus Kas

Laporan arus kas (Inggris: cash flow statement atau statement of cash flows) adalah bagian dari laporan keuangan suatu perusahaan yang dihasilkan pada suatu periode akuntansi yang menunjukkan aliran masuk dan keluar uang (kas) perusahaan.
Laporan arus kas dibutuhkan karena:
  1. Kadang kala nilai aktiva bersih tidak menggambarkan kondisi organisasi yang sesungguhnya.
  2. Seluruh informasi mengenai kinerja organisasi selama periode tertentu dapat diperoleh lewat laporan ini.
  3. Dapat digunakan sebagai alat untuk memprediksi arus kas organisasi di masa mendatang.
 Laporan arus kas berisi aliran kas masuk/keluar dari suatu peruahaan selama kurun waktu tertentu. Pada laporan laba rugi, transaksi akan dicatat meskipun tidak ada aliran kas masuk ataupun keluar. Sebagai contoh, barang yang dijual secara kredit akan dicatat sebagai penjualan pada laporan laba rugi walaupun tidak ada aliran kas. Oleh karena itu transaksi tersebut tidak (belum ) tercatat pada laporan arus kas. Sebaliknya, perusahaan bisa saja mendapatkan kas namun tidak tercatat pada laporan laba rugi. Sebagai contohnya adalah apabila perusahaan berutang. Kas yang masuk tidak akan tercatat pada laporan laba rugi.
Laporan arus kas terdiri atas tiga bagian:
1.      Yang pertama adalah arus kas dari aktivitas operasi. Bagian ini berisi aliran kas dari aktivitas operasional perusahaan sehari-hari seperti pembayaran ke supplier, penerimaan hasil penjualan, pembayaran pajak, dan lain-lain.
2.      Yang kedua adalah arus kas dari aktivitas investasi. Bagian ini berisikan aliran kas yang berkaitan dengan pembelian dan penjualan aset tetap.
3.      Yang ketiga adalah aliran kas dari aktivitas pendanaan. Bagian ini mencatat aliran kas yang berkaitan dengan aktivitas pendanaan, misalnya kas dari utang ataupun hasil penerbitan saham baru.
Contoh dari laporan arus kas bisa dilihat pada gambar berikut: 

 http://parahita.files.wordpress.com/2012/09/cf.png

Dengan menjumlahkan ketiga bagian tersebut, kita akan mengetahui seberapa besar kenaikan ataupun penurunan kas pada periode tersebut. Pada contoh kita, kas perusahaan naik sebesar 3.65 miliar rupiah. Pada baris berikutnya, terdapat pos ‘kas dan setara kas awal tahun’ sebesar 79.45 miliar rupiah yang menyatakan berapa jumlah kas pada awal periode. Dengan demikian pada akhir tahun kas perusahaan adalah 83,1 miliar rupiah.


Analisis Laporan Keuangan

Analisa Laporan Keuangan terdiri dari dua kata Analisa dan Laporan Keuangan. Untuk menjelaskan pengertian kata ini maka kita dapat menjelaskannya dari arti masing-masing kata. Kata analisa adalah memecahkan atau menguraikan sesuatu unit menjadi berbagai unit terkecil. Sedangkan laporan keuangan adalah Neraca, Laba/Rugi, dan Arus Kas (Dana). Kalau dua pengertian ini digabungkan maka analisa laporan keuangan berarti:
Menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan atau yang mempunyai makna antara satu dengan yang lain baik antara data kuantitatif maupun data nonkuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan yang tepat (Sofian Syafri Harahap, 1998:190).

Mengapa dibutuhkan Analisis Laporan Keuangan?

Dalam rangka pengambilan keputusan menyangkut masa depan, para pengambil keputusan memerlukan informasi, khususnya informasi tentang apa yang mungkin akan terjadi di masa depan. Laporan keuangan merupakan salah satu sumber informasi penting yang digunakan dalam pengambilan keputusan.
Namun demikian, laporan keuangan (bersifat historis) menyajikan informasi tentang apa yang telah terjadi, sehingga timbul kesenjangan kebutuhan informasi. Analasis laporan keuangan digunakan untuk membantu mengatasi kesenjangan tersebut dengan cara mengolah kembali laporan keuangan, sehingga dapat membantu para pengambil keputusan melakukan prediksi-prediksi.

Analisis Keuangan (financial analysis)

Drake (2007) mendefinisikan analisis keuangan sebagai suatu seleksi (selection),evaluasi (evaluation), dan interpretasi (interpretation) atas data keuangan, serta menghubungkan dengan informasi lain yang dimaksudkan untuk membantu pengambilan keputusan investasi dan keuangan. Analisis keuangan ini dapat bermanfaat untuk kepentingan internal sebagai alat
evaluasi kinerja pekerja, efisiensi operasi, dan kebijakan kredit; serta untuk kepentingan eksternal dalam mengevaluasi potensi investasi dan keamanan kredit bagi peminjam ataupun kepentingan lain.
Analis dapat mengambil data yang diperlukan dari berbagai sumber. Sumber utama adalah data yang disediakan perusahaan dalam laporan tahunan serta pengungkapan (annual report and required disclosures).Laporan tahunan dapat berupa laporan laba rugi, neraca, arus kas, catatan dari laporan, ataupun dari informasi pengungkapan.


Metode Analisis Laporan Keuangan :

·         Vertical Analysis
Cara analisis laporan keuangan perusahaan dengan melihat historical data perusahaan.
Contoh: memberikan data historis prosentase perbandingan secara vertikal dari beberapa laporan tahunan.
·         Horizontal Analysis
Cara analisis laporan keuangan dengan melihat prosentase perubahan dalam instrumen  laporan keuangan pada periode tertentu.

Sumber Informasi Bagi Analisis

Harahap (1998: 32) menyebutkan beberapa sumber informasi yang dapat digunakan oleh analis. Sumber ini dapat digunakan untuk melakukan analisissecara umum atau lengkap dari suatu organisasi.
1.      Informasi Keuangan
a.      Laporan Tahunan
b.      Laporan Intern
c.       Filing Perusahaan
d.      Prospektus/sirkulasi
e.      Data keuangan menyeluruh
f.        Data pasar modal
g.      Ramalan Analisis Keuangan
h.      Ramalan manajemen
2.      Informasi Bukan Keuangan Kuantitatif
a.      Statistik Produksi
b.      Statistik Permintaan
c.       Statistik Ekonomi
3.      Informasi Non Kuantitatif
a.      Pidato dan pernyataan direksi/komisaris
b.      Newsletter perusahaan
c.       Komentar manajemen
d.      Komentar analisis keuangan
e.      Statemen press release keuangan dan perdagangan
f.        Penilaian kredit independen
g.      Penilaian pihak independen
h.      Hubungan pribadi
i.        Catatan kontrak sebelumnya

No comments:

Post a Comment